This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 08 Februari 2011

Tips Hemat BBM Mobil

Harga BBM Naik? Nih Cara Biar Mobil Tetap Gaya Tanpa Boros BBM!

Jakarta - Harga bensin non subsidi seperti Pertamax dan kawan-kawan yang melambung bikin resah otomania.  Pakai Premium lagi? Ah itukan keputusan singkat. Mending anggap saja cobaan ini sebagai latihan saat BBM subsidi benar-benar dihapuskan.

Perlu sekali dibuat penyesuaian agar konsumsi tak terlalu boros atau terbuang percuma. “Secara logika hal ini bisa dihitung,” papar Taqwa dari Garden Speed di Cilandak, Jaksel.

Gunakan kiat seperti memakai pelek aftermarket berdiameter lebih kecil atau hindari ubahan yang menjurus ke performa mesin berlebihan. Intinya adalah mengembalikan bobot mobil kembali mendekati spesifikasi pabrik. Untuk itu tak perlu mengorbankan modifikasi yang sudah dilakukan.

Lewat sedikit penyesuaian, besutan tetap gaya, tetapi konsumsi bensin tak terkuras secara signifikan.  Bahkan dengan kondisi mesin standar sekalipun, tetap bisa bertenaga.


Mesin

Ubahan ada pada  mesin dimaksudkan untuk mengembalikan performa seperti sediakala.

Sebutlah pemakaian header aftermarket dan muffler free flow dengan diameter kolektor lebih besar, akan membuat powerband mesin bergeser.

Bila tadinya peak power bermain di rentang putaran mesin 3.000-6.000 rpm, akan bergeser menjadi lebih tinggi dengan rentang 5.000-7.500 rpm. Secara tidak langsung, header dan muffler  free flow akan mengucurkan bensin lebih deras. Selain itu,  suara knalpot ngebas membuat kaki malas untuk angkat gas.

Kaki-kaki
Pemakaian pelek berdiameter besar dengan ban bertapak lebih lebar dari standar juga mengkontribusi konsumsi BBM berlebihan.

Bobot pelek yang lazim 30% lebih berat dari pelek standar dan tapak ban lebar membuat akselerasi mobil melambat. Untuk bisa ‘lari’ seperti kondisi semula dibutuhkan opening throttle lebih lebar yang artinya konsumsi BBM juga lebih banyak.

Pemakaian pelek aftermarket dengan diameter lebih kecil bisa menjadi pilihan bijak. Bila sebelumnya memakai pelek di atas 18 inci, kini cukup dengan 16-17 inci. Tentunya lebar tapak ban di atas 225 juga dibuat ringkas, 215/50-17.

Audio

Bagi penggemar audio, pemakaian subwoofer berdiameter besar,  boks subwoofer berbahan papan MDF hingga power amplifier berukuran besar, jelas menambah bobot mobil. Estimasi kasar bisa menambah antara 50-75 kilogram.

Artinya, bobot mobil yang makin besar akan menguras tenaga mesin lebih banyak yang notabene konsumsi BBM lebih banyak.

Bila pemanjaan kuping tak bisa ditawar, paling tidak ganti subwoofer dengan diameter yang lebih kecil dengan jumlah speaker yang lebih sedikit. Termasuk mengurangi volume boks subwoofer itu sendiri agar bobot bisa dikurangi.

Filter Udara

Sering dianggap sepele, filter udara aftermarket juga menyumbangkan angka konsumsi cukup tinggi. Terlebih untuk model open filter yang memiliki pori-pori penyaring udara lebih besar seperti K&N atau Hurricane.

“M.A.P sensor atau air flow sensor akan membaca pasokan udara yang lebih banyak sehingga ECU akan memberikan command untuk mengucurkan bensin lebih banyak pula, bahkan pada kondisi stasioner sekalipun,” papar Taqwa lagi.

Makanya, air filter cukup menggunakan versi bawaan pabrik tetapi selalu dijaga kebersihannya. Selama filter udara standar selalu bersih, konsumsi bisa terjaga tanpa mengorbankan performa.

sumber:

(mobil.otomotifnet.com) 
Selasa, 01 Februari 2011 15:01 WIB 

Sabtu, 05 Februari 2011

Kenapa mobil second ?

Banyak hal yang mendasari orang mengambil mobil second. Kenapa sih mesti second ? Umumnya sih karena harga yang lebih terjangkau, akan tetapi banyak pula yang berpikir lebih kritis dengan alasan menghindari Pajak Barang Mewah yang pastinya (selalu) menempel di semua produk  mobil baru di negri ini. Keuntungan dari mobil second sebagai berikut :

1. Harga lebih mudah (dari mobil baru tentunya)
2. Bisa menyesuaikan dengan budget sendiri untuk proses kredit
3. Tidak terkena pajak barang mewah (PPnBM, Bea balik nama, dll)
4. Biaya perpanjangan STNK (relatif) lebih murah

Akan tetapi ada juga beberapa kelemahannya :

1. Tidak bisa memilih sesuai dengan kondisi yang diinginkan (seperti warna, kondisi mesin bahkan merk sekalipun)
2. Mencari mobil second sesuai kebutuhan mesti sabar hingga apa yang diinginkan (mendekati) dengan apa yang didapatkan ... bayangkan klo ngak sabar -- bisa salah beli/menyesal
3. Down payment dan Suku bunga kreditnya lebih tinggi dari mobil baru, Dp minimal 25% sedangkan untuk mobil baru hanya 10% sedangkan bunga bisa up sampai 2%
4. Tetap menyiapkan dana khusus setelah kendaraan diterima ... minimal untuk Tune up dan ganti olie

Perlu diperhatikan juga hati-hati terhadap mobil second yang harganya jauh dibawah harga pasaran. Banyak sekali terjadi penipuan dengan berbagai modus pada mobil second ini. Semoga artikel ini dapat membantu dalam memutuskan pembelian sebuah mobil second.

Senin, 31 Januari 2011

Mobil sedan bekas kapasitas 1.300 cc


Kalau diibaratkan HP, mobil sedan bekas Toyota Starlet ini seperti HP Nokia / HP sejuta umat. Populasinya sangat banyak dipasar karena rentang produksi '87 s/d 98, sehingga sparpartnya cukup melimbah dipasaran sehingga bisa mengatrol harga jual second nya secara baik, padahal mesinnya masih tergolong lawas, sederhana (pake karburator) tapi irit dan lincah.
Starlet yang beredar di indonesia hanya memiliki 2 varian mesin, yakni mesin 1E dan 2E, mesin 1E berkapasitas 1.000cc dan 2E berkapasitas 1.300cc

Kami merekomendasikan untuk memilih starlet yang berkode 2E, karena dari banyak pengalaman mesin 2E dinilai memiliki tenaga mesin yang cukup baik untuk menaklukan medan dalam kota maupun luar kota. Kemudian dari sisi fitur, starlet memiliki 2 varian pula, yakni SE dan SEG, varian SEG adalah varian termewah dan terlengkap.
Hasil survey harga starlet beberapa sumber di Jakarta :

Starlet Kotak :
> 1988 1.3SE Rp. 30-34 juta.
> 1989 1.3SE Rp. 35-39 juta.

Starlet Kapsul :
> 1990 1.3SE Rp 40 juta.
> 1991-1994 1.3SE Limited Rp. 45-55 juta
> 1995 -1996 1.3SEG Rp. 55-65 juta
> 1997-1999 1.3SEG Turbolook Rp. 70-85 juta

Untuk toyota starlet mesin 1E/1.000cc harga jual biasanya lebih murah 3-5 juta dibanding versi mesin 2E/1.300cc.


Dengan model dan mesin yg compact 800cc dan bahan bakar yg irit sangat cocok untuk dipakai sebagai city car terutama u anda yg bertubuh mungil dengan fasilitas yg cukup. Type KX sdh dilengkapi A/C, R/T dan Power Window. dan dua type stadant KL dan KL +

Harga KL,  KL + dan KX 01 s/d '04 kisaran 35 jt s/d 53 juta ... Sangat Variatif seuai kondisi


Dibawah nama besar Suzuki yg sdh hadir 30 tahun lebih di Indonesia Esteem termasuk mobil yg tidak ketinggalan zaman di eranya, diproduksi '91 s/d '96 sdh dilengkapi pwr window dan central lock dan beberapa varian A/T.
Produk Suzuki lawas terkenal bandel dan sedikit masalah, untuk esteem perlu diwaspadai komponen Ball Join yg klo bermasalah paling tidak 700rb an bisa juga kocek terkuras. Harga pasaran 1991 s/d 1996 kisaran 30jt s/d 42 jt (tergantung kondisi)


Dengan mengadopsi type Hatcback walaupun masih carburator engine tapi sdh dilengkapi dengan Central Lock, Pwr window dan electrik mirror.

Diproduksi singkat 89 - 90 pasaran sekitar dibawah 30 jt-an.


Starlet Sedan seperti ini dengan mesin yang irit dan ruang kabin nan lapang tapi nggak begitu kuat lari kencang, maklum bobotnya agak berat dari starlet.
pasaran dibawah 40jt-an tahun 96 dan 97. Untuk yg 1.600cc terpaut 5 jt lebih mahal dengan tahun sama.


Jarang terlihat di showroom padahal secara tehnologi mobil 1.500cc SOHC ini cukup baik dari kompetitornya saat itu yaitu : Honda Grand Civic, Toyota Twin cam, Mitsubishi Dan Gan Suzuki Amenity dan Daihatsu Classy karena sdh dilengkapi Digital Indikator, Safety belt 4 seater, disk brake dan wiper belakang untuk sebuah mobil yg diproduksi tahun 88 - 90.
Kenyamanan tidak kalah dari musuhnya cuma lemahnya di kaki2 disebabkan kontruksinya menempel ke body sehingga sering bengkok.
siapkan dana 15 s/d 18 jt bisa bawa mobil ini pulang tapi carinya langsung, karena pedege jarang stoc.

Note : Harga mobil second merupakan patokan ditingkat pedagang, terkadang harga dilapangan bisa berbeda sesuai dengan kondisi kendaraan

Selasa, 25 Januari 2011

Simulasi Perhitungan Kredit Mobil

Sebelum membeli Mobil ada baiknya kita mempertimbangkan kodisi keuangan yang kita miliki. Mulai dari kemampuan uang muka/Down Payment, Angsuran per bulan dan Lamanya proses kredit berjalan.

Disini kita bahas simulasi perhitungan kredit untuk menperkirakan tingkat kesanggupan kita memiliki sebuah kendaraan baru. Langsung saja ...


Persiapan Data
1. Harga kendaraan
2. Rate Bunga Leasing/Bank, Standart Leasing 1, 2, 3 tahun = 8%, 9% dan 10%

3. Asuransi (rate 1,2,3 = 7,5% 8,5% dan 9,5% dikalikan Harga Kendaraan)
4. Biaya Administrasi ( 350.000, 450.000 dan 550.000)

5. Tenor/jangka waktu Kredit ( dalam tahun)
6. Total Uang Muka

Contoh Soal :
Harga kendaraan Rp. 100 juta, masa kredit selama 3 tahun, Berapa uang muka dan angsuran per bulannya.

Jawaban cara mencari DP dan angsuran :
1. Harga Kendaraan x DP ( Biasanya 20%)
2. Terus dikurangi harga Kendaraan = Poko Hutang / PH
3. hasilnya dikalikan bunga (Bunga x Tahun) / 100

4. Hasilnya ditambahkan ke PH
 

5. Total Hasilnya baru dibagi dengan masa kredit (dalam Bulan) dan dapatlah = angsuran per bulan

* Down Payment = 100.000.000 x 20% = 20.000.000
* Angsuran / bln = 

                            100.000.000 - 20.000.000 = 80.000.000 (PH)
                            80.000.000 x (10x3 tahun) = 2.400.000.000 / 100 = 24.000.000

                            80.000.000 + 24.000.000 = 104.000.000/36 bln = Rp. 2.889.000/bln

* Asuransi = 9,5 % X 100.000.000 = 9.500.000
* Biaya Administrasi = 550.000

* Provisi =  Rp. -

Untuk Pembayaran Pertamanya :
1. DP / Uang Muka
2. Angsuran Perbulan
3. Asuransi
4. Biaya Administrasi
5, Lain2 (Provisi --- biasanya pembiayaan via bank menggunakan ini)

Jawab :
1. DP = 20.000.000
2. Rp. 2.889.000
3. Asuransi = 9.500.000,-
4. Administrasi = 550.000
5. -

Total = Rp. 32.939.000 dengan angsuran Rp. 2.889.000 x 35 bulan lagi (1 angsuran sudah dibayar dimuka)

Angsuran dirasa masih tinggi ... artinya uang mukanya dinaikan lagi jadi 25% atau 30%. Pada dasarnya DP dang Angsuran berbanding terbalik. Jika salahsatu dinaikan nilainya maka nilai yang satu lagi akan turun/berkurang, begitu juga sebaliknya. Kalau untuk simulasi kredit mobil bekas bisa di klik disini

Semoga bermanfaat


Tips hemat memakai BBM, bahan bakar minyak

Wacana irit dan hemat memakai Bahan bakar minyak (BBM)terus didengungkan pemerintah. Terlepas dari  tidak efisiennya kebijakan BBM ini perlu kita cermati bagaimana menggunakan energi secara hemat dan efisien.  Fakta yang diungkapkan pemerintah dengan kebijakan pengurangan pasokan bensin BERSUBSIDI ke semua SPBU di seluruh indonesia mengindikasikan bahwa sangatlah besar APBN yang disubsidikan ke sektor ini.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar tersebut. Bersama ini dilampirkan Tips hemat menggunakan BBM / bahan bakar minyak Diantaranya :
  1. Kendaraan dengan kapasitas cilinder besar, secara otomatis pemakaian bahan bakar kendaraan sangat tinggi karna menghasilkan tenaga yang besar pula
  2. Kendaraan yang mesinnya tidak terawat  dan terkadang kendaraan dipaksa bekerja pada beban yang semestinya tidak sanggup dipikulnya. Dipakai terus menerus tapi tidak pernah dirawat.
  3. Kendaraan baru cenderung lebih irit bahan bakar karna sekarang sudah menggunakan tehnologi EFI (injection) sehingganya suplay bahan bakar kemesin disesuaikan dengan putaran mesin
  4. Kondisi jalan yang berlubang / Rusak / Banyak polisi tidur membuat kendaraan banyak berjalan di RPM Rendah, artinya membutuhkan tenaga yang besar untuk menarik beban sehingganya konsumsi bahan bakar jadi lebih boros
  5. Sering memacu kendaraan di kecepatan tinggi ... artinya membutuhkan banyak bahan bakar
  6. Gunakan kendaraan rata2 sekitar RPM 3.000 untuk menjaga stabilitas konsumsi bahan bakar
  7. Yang terakhir usahakan selalu bensin terisi Full. Karena Premium ini bakan yang cepat menguap ... kalau isinya tidak full dia bergoncang kesana kesini dan kena suhu udara dari luar yang panas membuat (secara tidak langsung) menguap .
Mudah-mudahan tips ini bermanfaat. Jangan lupa komen nya untuk pengembangan blog ini

Minggu, 23 Januari 2011

Tips Otomotif : Ekonomis Berkendara = Hemat Bensin atau Hemat Solar

    1. Hindari memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara. Selama mesin bekerja maka bahan bakar tetap terkirim, sehingga banyak BBM yang terbuang sia-sia.
    2. Pertahankan kecepatan kendaraan sedapat mungkin sekitar 70 ~ 80 km/jam atau RPM di bawah 3000.
    3. Hindari kecepatan tinggi yang tidak perlu semakin tinggi kecepatan sebanding dengan tingginya putaran mesin sehingga bahan bakar minyak yang harus dikirimpun semakin besar.
    4. Sesuaikan gigi percepatan dengan kecepatan kendaraan, gunakan gigi rendah untuk menjalankan kendaraan pertama kali.
      Contoh: Gigi 1 Kecepatan 0-20 km/jam
      Gigi 2 Kecepatan 20-40 km/jam
      Gigi 3 Kecepatan 40-60 km/jam
      Gigi 4 Kecepatan 60-90 km/jam
      Gigi 5 Kecepatan 90 ~ km/jam
    5. Lakukan akselerasi/penekanan pedal gas secara perlahan (bertahap), jangan melakukan secara tiba-tiba karena dapat mengakibatkan terjadinya penambahan bahan bakar secara berlebihan.
    6. Hindari muatan yang berlebihan. Untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga yang besar yang berarti bahan bakar yang seimbang.
    7. Matikan mesin saat kendaraan berhenti dalam waktu lama (parkir).
    8. Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperatur yang tidak terlalu rendah. Hal ini akan membuat kerja kompresor tidak terlalu lama (atau matikan bila perlu).
    9. Jangan meletakkan kaki kiri pada pedal kopling saat berkendara atau berkendara dengan setengah kopling. Ini akan mengakibatkan tenaga mesin tidak sepenuhnya tersalurkan untuk menggerakkan kendaraan.
    10. Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan oleh produsen. Nilai oktan bahan bakar akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga sangat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin.
    11. Gunakan ban dengan kembang dan tekanan angin yang tepat.


    sumber: 
    www.hemat-bensin.blogspot.com, 
    17 April 2008

    Senin, 17 Januari 2011

    Menggeliatnya mobil city car second

    Kondisi kota besar seperti Jakarta yang selalu macet membuat trend mobil City Car second tidak pernah surut dari tahun ketahun. Lihat saja Suzuki mengeluarkan generasi terbaru New Karimun Estilo, begitu pula Hyundai New Atoz, KIA dengan New Vistonya.

    Disamping itu kondisi bahan bakarnya tidak boros dan menjadikannya idola baru bagi profesional muda untuk kendaraan harian.

    Jika dikomparasikan antara Karimun, Atoz dan Visto, harga jual karimunlah yang paling stabil, hal itu disebabkan karena Image suzuki dan produksi Jepang nya yang masih kuat serta ruang kabinnya yang terbilang lebih lega .

    Sebagai ilustrasi Karimun GX tahun 2003 masih berani ditawar pedagang sampai Rp. 55 Juta dan untuk Atoz dan Visto dengan tahun yang sama dihargai sekitar Rp. 40 juta-an. Sedangkan angka penyusutan Karimun pertahunnya rata2 sekitar 5% dan untuk 2 produk korea saingannya sampai 7%.

    Semoga Bermanfaat untuk panduan membeli kendaraan Second